Jakarta, 14/4/2026 – Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menyatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk mengelola timbulan sampah hingga 100 ribu ton per hari.
Hanif menyampaikan, Indonesia memang telah memiliki teknologi waste to energy yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia, tetapi, kapasitas tersebut baru mampu mengolah sekitar 40 ribu ton per hari.
Namun demikian, pada prinsipnya Kementerian LH terbuka pada semua teknologi yang terbukti dan memang bisa adaptif dengan masyarakat.
Ia menekankan, terkait mekanisme, metodologi, dan karakteristik pengelolaan sampah akan disesuaikan dengan demografi setempat untuk memastikan bahwa target nasional penanganan sampah yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dapat tercapai 100 persen di tahun 2029.
Hanif juga menyampaikan, sebanyak 20 wilayah aglomerasi pada 47 kabupaten/kota akan menjadi prioritas investasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Hal tersebut dilakukan karena Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan di wilayah kota dan aglomerasi yang timbulan sampahnya lebih dari 1.000 ton per hari agar diprioritaskan dalam PSEL.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Nurul Hayat
Kantor Berita ANTARA
Redaksi JKTInfo.id