Jakarta, 5/3/2026 (Jktinfo) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan pemerintah tengah melakukan pendekatan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di Selat Hormuz.
“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” ujar Bahlil ketika ditemui selepas acara buka bersama di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (4/3) malam.
Pertamina pun telah memastikan keselamatan awak kapal di tengah perang yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran di kawasan Timur Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menyampaikan bahwa dua kapal tanker yang terjebak di Selat Hormuz dan tidak mengganggu ketahanan energi Indonesia, sebab Indonesia lekas mencari alternatif energi di Amerika Serikat.
“Geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tetapi kesiapan pemerintah dalam mendesain, mempersiapkan semua alternatif untuk crude, BBM, dan LPG, insyaallah aman,” ucap Bahlil.
Pencarian alternatif berlangsung beriringan dengan upaya pemerintah membebaskan dua kapal tanker yang terjebak di Selat Hormuz.
Media Iran melaporkan bahwa Selat Hormuz telah “secara efektif” ditutup menyusul serangan AS-Israel.
Adapun Selat Hormuz menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dunia serta volume besar ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Kantor Berita ANTARA
Redaksi JKTInfo.id