Minggu, Oktober 11, 2026
BerandaEkonomiBMKG: KEMARAU 2026 LEBIH KERING DIBANDING RATA-RATA SELAMA 30 TAHUN

BMKG: KEMARAU 2026 LEBIH KERING DIBANDING RATA-RATA SELAMA 30 TAHUN

Jakarta, 15/4/2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan musim kemarau tahun 2026 berpotensi bersifat lebih kering jika dibandingkan dengan nilai rata-ratanya selama periode 30 tahun terakhir.

Direktur Perubahan Iklim BMKG Fachri Rajab menjelaskan selain lebih kering, musim kemarau tahun ini diprakirakan akan datang lebih awal dengan durasi yang lebih panjang.

Fachri meluruskan informasi di ruang publik belakangan ini yang menyebutkan kemarau 2026 sebagai yang paling ekstrem, bahkan sejumlah pihak menamai dengan sebutan yang terkesan sangat mengerikan Kemarau Godzila atau El-Nino Godzila.

BMKG tidak menggunakan istilah tersebut, kata dia, dan menilai fenomena yang digambarkan itu tidak sepenuhnya benar, cenderung berlebihan untuk disampaikan kepada publik.

Jika dibandingkan tahun per tahun, lanjutnya, kemarau tahun 1997 dan 2015 masih jauh lebih dahsyat, tetapi kondisi tahun ini diprediksi memang lebih kering dibandingkan tahun 2023.

Kondisi kemarau tahun ini dipengaruhi oleh aktifnya fenomena El Nino yang mulai muncul pada akhir April hingga awal Mei 2026, kehadiran fenomena inilah yang berpengaruh pada berkurangnya intensitas curah hujan di wilayah Indonesia

Dia menjelaskan ada atau tidak ada El Nino, di Indonesia tetap ada musim kemarau sepanjang tahun mengingat negara ini beriklim tropis yang hanya ada musim hujan dan kemarau.

Adapun intensitas El Nino tersebut diperkirakan meningkat dari kategori lemah menjadi moderat pada triwulan III tahun 2026, tepatnya sekitar bulan Agustus, September, hingga Oktober sebagaimana analisis dari tim klimatologi BMKG.

Fachri menekankan informasi ini harus ditanggapi serius, namun tidak perlu berlebihan atau bahkan menjadi panik. Kolaborasi lintas sektor dan masyarakat untuk melakukan mitigasi menjadi hal yang paling penting, sehingga ketersediaan air bersih dan keberlangsungan pertanian-perkebunan terjaga.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah

Kantor Berita ANTARA

Redaksi JKTInfo.id

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments