Jakarta, 29/3/2026 – Basarnas menuntaskan operasi penyelamatan dan evakuasi korban tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat dalam waktu kurang dari 12 jam.
“Seluruh potensi SAR telah menyelesaikan operasi SAR dengan penanganan khusus kurang dari 12 jam. Seluruh tim SAR sudah kami kembalikan ke unit masing-masing,” kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Jakarta, Selasa.
Dia menyatakan operasi SAR yang dimulai sejak Senin (27/4) malam pukul 20.55 WIB tersebut resmi dinyatakan berakhir pada Selasa pukul 08.00 WIB.
Petugas tim SAR gabungan di lapangan melakukan tindakan secara terukur, terutama saat mengevakuasi lima orang korban yang terjepit material besi dalam kondisi hidup, dan keputusan untuk tidak langsung menarik lokomotif atau gerbong diambil demi keselamatan korban.
Terkait identitas, Syafii mengonfirmasi bahwa seluruh korban yang dievakuasi dari titik jepitan material di gerbong khusus tersebut adalah perempuan. Seluruh korban, baik yang selamat maupun meninggal dunia, telah diserahkan kepada tim medis untuk dirujuk ke rumah sakit yang telah ditentukan.
Basarnas mengakui tingkat kesulitan operasi kali ini cukup tinggi karena posisi lokomotif yang masuk jauh ke dalam gerbong KRL akibat benturan keras. Petugas harus berjibaku menggunakan kombinasi peralatan manual, elektrik, hingga sistem hidrolik standar internasional.
Meskipun evakuasi penumpang telah dinyatakan selesai, Basarnas tetap memberlakukan prosedur ketat dalam proses pembersihan bangkai kereta.
Insiden maut ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir – Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST) pada Senin malam pukul 20.55 WIB, yang mengakibatkan kerusakan parah pada gerbong wanita KRL.
Polda Metro Jaya melaporkan sampai dengan Selasa siang ini korban meninggal dunia berjumlah 15 orang.
Untuk korban luka-luka sebanyak 76 orang, namun Budi belum merincikan untuk jenis luka apa saja yang dialami para korban.
Sementara itu sebanyak tujuh keluarga korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur telah melapor ke posko identifikasi korban (Disaster Victim Identification/DVI) Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Kantor Berita ANTARA
Redaksi JKTInfo.id