Jakarta, 8/4/2026 – Warga sekitar dan pengguna transportasi meresahkan maraknya aksi komplotan pencopetan di sekitar jembatan penyeberangan orang (JPO) Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim).
Seorang ojek pangkalan di sekitar stasiun, Edi (62) mengungkapkan, aktivitas mencurigakan di area JPO bukanlah hal baru.
Menurutnya, orang-orang tersebut bukan berasal dari lingkungan sekitar. Mereka terlihat berkumpul hampir setiap hari dan diduga menjadi pelaku aksi kejahatan jalanan.
Edi menambahkan, kondisi ini membuat masyarakat sekitar merasa khawatir dan tidak nyaman.
Dia berharap aparat berwenang dapat segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi persoalan tersebut.
Kekhawatiran serupa juga dirasakan para pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) yakni Lisa (25) yang setiap hari melintasi JPO di kawasan tersebut.
Lisa mengaku merasa khawatir dan takut setiap kali harus melewati JPO, terutama setelah mendengar kabar maraknya pencopetan.
Menurut Lisa, kondisi JPO yang kerap dipenuhi orang-orang tidak dikenal membuat situasi menjadi tidak nyaman, bahkan memicu rasa khawatir bagi para pengguna yang melintas terutama pada jam-jam tertentu.
Lisa juga mengaku sering melihat sekelompok orang yang duduk-duduk di sekitar JPO tanpa aktivitas jelas.
Keberadaan mereka dinilai mencurigakan karena tidak tampak seperti pedagang atau pengguna jasa transportasi.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Lisa mengaku harus lebih waspada dengan barang bawaannya.
Bahkan dia mengubah kebiasaan dengan memindahkan tas ke bagian depan tubuh depan saat melintas di area tersebut.
“Kalau lewat situ, tas saya taruh di depan biar aman. Takutnya dicopet dari belakang dan kita tidak sadar,” ucap Lisa.
Lisa berharap adanya peningkatan pengawasan di area JPO, khususnya dengan kehadiran petugas keamanan agar masyarakat merasa lebih aman.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Alviansyah Pasaribu
Kantor Berita ANTARA
Redaksi JKTInfo.id