Jakarta, 16/5/2026 – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI memutuskan untuk menggelar ulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pascapolemik kesalahan penilaian.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan lomba ulang akan digelar dalam waktu dekat dengan perubahan pada jajaran dewan juri. Adapun juri untuk perlombaan ulang diambil dari kalangan independen seperti akademisi.
Dia menjelaskan, lomba ulang akan digelar oleh Sekretariat Jenderal MPR RI selaku pelaksana. Namun, dia memastikan, tidak ada juri dari unsur internal MPR sebagaimana lomba sebelumnya.
MPR mengakui adanya kekhilafan dalam penyelenggaraan babak final di Pontianak pada Sabtu (9/5). Oleh karena itu, langkah ini diambil sebagai koreksi atas kesalahan yang belakangan menjadi ramai diperbincangkan di media sosial.
Muzani lebih lanjut mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi terhadap penyempurnaan kegiatan-kegiatan MPR ke depan dengan mendengarkan pandangan dari masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada peserta lomba yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pandangan, kebebasan berbicara, dan menyampaikan protes atas ketidakpuasannya, dan kami mendengar itu sebagai sebuah cara untuk melatih mereka menjadi contoh demokrasi yang baik,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah mengatakan dewan juri yang lama telah dinonaktifkan dari kegiatan LCC Empat Pilar MPR RI 2026. Ini merupakan sanksi atas polemik kesalahan penilaian dalam babak final di tingkat Kalbar.
Terkait lomba ulang, Siti menjelaskan kegiatan itu akan digelar secepatnya dalam bulan Mei ini. Setjen MPR RI sedang mengoordinasikan teknis perlombaan.
Sebelumnya, tiga sekolah menengah atas (SMA) berlaga pada babak final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalbar di Pontianak, yakni SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 1 Sambas, dan SMA Negeri 1 Sanggau.
Lomba tersebut menjadi ramai diperbincangkan di media sosial karena terjadi kesalahan penilaian pada saat sesi pertanyaan rebutan.
Peserta sempat menyampaikan keberatan atas penilaian dewan juri. Namun, respons dewan juri, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita W.B. dan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni, disorot warganet.
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Fitri Supratiwi
Kantor Berita ANTARA
Redaksi JKTInfo.id