Jakarta, 9/5/2026 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan PAM Jaya harus memperketat pengawasan terhadap kontraktor pelaksana, mulai dari pengawasan lapangan, audit pekerjaan, hingga evaluasi kinerja kontraktor.
Pemerhati Jakarta Sugiyanto menilai proyek pembangunan jaringan pipa air minum PAM Jaya merupakan langkah strategis, namun perlu memperketat pengawasan terhadap kontraktor pelaksana.
“Proyek pipanisasi PAM Jaya harus dipandang sebagai investasi masa depan. Galian hari ini memang menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi tujuannya untuk menyelamatkan Jakarta esok hari,” kata Sugiyanto di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, perluasan jaringan perpipaan sangat penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan air tanah yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama penurunan muka tanah di Jakarta.
Apabila eksploitasi air tanah terus berlangsung tanpa pengendalian, Jakarta menghadapi ancaman serius berupa penurunan tanah, banjir rob, kerusakan lingkungan, hingga krisis ekologis jangka panjang.
Meski mendukung penuh proyek perpipaan PAM Jaya, namun Suriyanto meminta pelaksanaan di lapangan tidak boleh semrawut.
Ia menyoroti banyaknya keluhan masyarakat terkait bekas galian, lumpur di jalan, kemacetan, hingga pengamanan proyek yang dinilai minim.
Masyarakat Jakarta umumnya tidak mengetahui siapa kontraktor pelaksana proyek, namun yang diketahui publik hanyalah PAM Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sehingga, ketika muncul gangguan di lapangan, yang disalahkan masyarakat adalah pemerintah dan PAM Jaya.
Untuk itu, ia meminta seluruh kontraktor maupun subkontraktor proyek perpipaan mematuhi aturan teknis dan keselamatan kerja, termasuk pemasangan rambu lalu lintas, penerangan malam hari, penutup galian sementara, pengelolaan lumpur, hingga percepatan pemulihan kondisi jalan.
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Kantor Berita ANTARA
Redaksi JKTInfo.id