Jakarta, 2/4/2026 – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengaku sudah menandatangani surat persetujuan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) guna mengatasi persoalan sampah di ibu kota.
“Secara resmi saya sudah menandatangani surat kepada Menteri Pangan, kepada Menko Pangan dan Menteri LH untuk dua lokasi (PLTSa), yaitu di Bantargebang dan Tunjungan. Kedua lokasi itu akan dibangun pembangkit listrik tenaga sampah dengan kapasitas antara 3.000 sampai dengan 4.000 ton per hari,” jelas Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis.
Selain itu, pembangunan PLTSa di Sunter juga akan segera dilakukan. Jika rencana tersebut bisa dilakukan, Pramono meyakini hal ini dapat menjadi solusi penanganan sampah di Jakarta.
“Setiap hari sampahnya yang untuk feeder PLTSa ini kurang lebih 7.000 ton. Kalau nanti ada satu lagi sekitar 10.000 ton, maka persoalan sampah di Jakarta secara otomatis akan tertangani,” katanya.
Apalagi, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025, harga jual untuk setiap kilowatt hour (kWh) tenaga listrik yang dihasilkan PLTSa kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) senilai 0,20 dollar AS.
Sehingga, kata dia, hal ini akan menarik banyak orang untuk berlomba-lomba membangun PLTSa, salah satunya di Jakarta.
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Kantor Berita ANTARA
Redaksi JKTInfo.id